Bagaimana Langkah Indonesia Dalam Menghadapi Ekonomi Dunia Yang Sedang Melambat

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja, pasalnya perang atau konflik atar negara telah terjadi dimana-mana.

Sebagai informasi bahwa perang juga terbagi menjadi beberapa kategori, seperti perang dunia, perang saudara, perang ekonomi, perang agama, perang nuklir, perang dingin, dan perang gerilya.

Diketahui, saat ini telah terdapat beberapa perang ekonomi dan perang fisik nuklir yang telah terjadi secara nyata dan disaksikan oleh banyak negara di dunia, contoh nyata dari adanya perang tersebut ialah seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Perang nuklir antara negara Iran dan Israel, dan perang konflik daerah antara Thailand dan Kamboja.

Perang dagang dan perang nuklir antar beberapa negara tersebut telah terjadi selama berbulan-bulan, dan sampai saat ini konflik mereka tidak kunjung mereda, meskipun pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melakukan mediasi antar dua belah pihak.

Perang yang terjadi dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia, seperti adanya krisis ekonomi, krisis sosial, kebakaran dimana-mana, perubahan budaya, penyebaran penyakit karena dampak dari nuklir, dan kerusakan alam.

Para ekonomi dunia mengumumkan bahwa saat ini ekonomi global sedang tidak baik-baik saja, dan bahkan hampir menuju ke tingkat inflasi atau krisis ekonomi.

Jika, perang fisik dan perang dagang terus dilakukan, maka akan banyak negara yang menjadi korban atas perang tersebut.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa pada tahun 2025 ini ekonomi global akan melambat, dan dalam laporan Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 2,7% menjadi 2,3%. Penurunan ini mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi dunia masih berlangsung secara rapuh dan rentan terhadap tekanan eksternal.

Adanya perang dagang dan perang fisik tersebut juga dapat menjadi penghalang atau penghambat bagi negara berkembang yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonominya dan berubah menjadi negara maju.

Salah satu negara berkembang yang sedang merintis untuk menjadi negara maju yakni negara kita tercinta Negara Indonesia.

Saat ini negara Indonesia telah mempunyai cita-cita untuk menjadi Indonesia Maju atau Indonesia Emas 2045, dan Indonesia juga mempunyai target bahwa pada beberapa tahun kedepan Indonesia akan menjadi pusat investasi dunia yang bertumbuh pesat dan berkelanjutan.

Banyak warganet yang bertanya-tanya, tentang bagaimana langkah Indonesia untuk meningkatkan roda perekonomiannya di tengah adanya ketidakpastian global dan krisis ekonomi global.

Dalam laporan keuangan Indonesia, dijelaskan bahwa pada tahun 2025 ini, ekonomi Indonesia disesuaikan dari 5,1% menjadi 4,7%, dan penurunan ini tergolong sangat moderat dibandingkan dengan negara lain, yakni hanya menurun sekitar 0,3-0,4 persen poin.

Laporan keuangan Indonesia tersebut menunjukan bahwa ekonomi Indonesia masih cenderung relatif stabil, dan ketahanan pangan Indonesia juga berada di level yang mumpuni khususnya di sektor ketahanan pangan dan pertanian.

 

Produk Unggulan Indonesia

Lebih Menjanjikan, Petani Kopi Bengkulu Gunakan Vietnam Stek

Pemerintah Indonesia terus optimis bahwa negara Indonesia dapat meningkatkan roda perekonomiannya di tengah ketidakpastian global, karena pada dasarnya Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya.

Jadi, jika kita mampu mengelola sumber daya alam tersebut dengan benar, maka perekonomian negara Indonesia akan semakin meningkat dan tidak terdampak dalam krisis ekonomi global.

Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan PERBANAS Avilliani mengatakan, saat ini sektor pertanian di Indonesia mampu menyerap 137.497 tenaga kerja, dan dapat memperoleh rata-rata pendapatan masyarakat hingga Rp2.729,68 juta.

Avilliani menjelaskan, data serapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat dalam sektor pertanian membuktikan bahwa negara Indonesia berhasil dalam menerapkan program swasembada pangan dan menurunkan tingkat pengangguran serta kemiskinan di Indonesia.

Avilliani mengaku bahwa saat ini terdapat sektor lain yang juga berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, sektor yang dimaksud ialah sektor perekbunan.

Menurut Avilliani, negara Indonesia adalah negara yang sangat besar, dan Indonesia mempunyai  banyak sekali kebun teh, kopi, dan coklat.

Jika, sektor perkebunan tersebut terus dikembangkan, maka negara Indonesia mempunyai peluang besar dalam meningkatkan komoditas unggulan hingga ke luar negeri, dan pada akhirnya sektor-sektor tersebut akan berdampak positif signifikan terhadap perekonomian Indonesia, meskipun ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja.

Oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir berlebih tentang adanya kabar ketidakpastian global, karena Indonesia telah mempunyai kekayaan alam yang berlimpah dan tidak ada habisnya.

Related posts